DarmintNews – Sepanjang Agustus 2008 nanti, masyarakat Jakarta akan menikmati kembali perhelatan festival kesenian bertaraf internasional. Festival yang dilaksanakan sejak tahun 2001 itu akan hadir dengan konsep yang lebih menarik, dan melibatkan semua unsur masyarakat.
“Festival ini adalah perhelatan kesenian yang tidak menjadi bagian dari industri,” ujar Ary Suteja, salah satu penggagas dan ketua panitia JakArt dalam rangklaian diskusi yang digelar di Rumah Darmint yang berlokasi di kawasan Tebet Utara Jakarta Selatan.
Pada pelaksanaan JakArt08, lanjut Ary, akan mengusung slogan Forbidden, Forgotten and Forsaken (Dilarang, Dilupakan dan Diabaikan). “Kata inilah yang bias mewakili kondisi kesenian di Indonesia,” jelasnya.
Ary juga menjeklaskan bahwa visi yang dijalankan JakArt 08 kali ini adalah menjadikan Jakarta sebagai Kota Kebudayaan Dunia. “Dengan melibatkan banyak pihak termasuk pemerintah daerah pihak swasta dan semua elemen mayarakat, saya yakin niat ini bukan tidak mungkin akan terlaksana,” ujarnya yakin.
Kepada auidens di Rumah Darmint, Ary yang juga pianist klasik itu juga mengatakan bahwa festival ini selain menjadi event kesenian, juga akan dijadikan festival ini sebagai ajang pendidikan. “bahakan event ini juga akan menjadi ajang kolaborasi interdispliner, siapapun boleh terlibat dan akan dilibatkan,” tegasnya.
Sementara itu, Renee van Helsdingen, yang juga musisi jazz, mengatakan, ia mendukung pelaksanaan JakArt08 karena tertarik dengan gagasan JakArt kali ini. “Gagasan yang dilontarkan mbak Ary sangat menarik, karena itu saya sangat pendukung pelaksanaan JakArt kali ini,” ujarnya. (***)
Boleh Juga kayaknya tuh event jakart08. sy juga dah pernah berkunjung ke kafe darmint di tebet, ya lumayan sich tapi menunya ga sebagus nama dan komposisinya dan servicenya kayaknya kurang profesional begitu…….masih perlu banyak ditraning kayaknya baik waitress, bartender maupun koki dan manajementnya…. by the way tpi cukup lah….